Kisah Gadis yang punya konflik diri yang teramat beban batin

Yuni, gadis remaja cerdas dengan impian besar untuk kuliah. Ketika 2 pria datang melamar, ia menolak lamaran mereka. Penolakan itu memicu gosip mitos bahwa perempuan menolak tiga lamaran tidak akan pernah menikah. Hal itu membuat Yuni menjadi beban, dan kedekatannya dengan Yoga, pemuda yang satu sekolah sekaligus sekampung dengannya, mereka pun menjalin hubungan yang tak biasa.
Ni film full pake bahasa Jawa, mengingat produksi Fourcolour (film Siti), juga pake bahasa Jawa. Hal yang cukup unik nontonnya kalo bahasa daerah, feel naturalnya dapet.
Meski aku bukan orang Jawa, tapi gatau kenapa denger orang ngomong aja kayak enak aja di denger. Apalagi lakonan pemaen di sini sangat natural. Akting semuanya apik.
Secara cerita, lebih ke pribadi diri. Kegelisahan Yuni akan perkara-perkara yang kemudian membuatnya terbebani. Cuma, aku agak heran aja Ama perihal lamarannya. Itu anak belum lulus sekolah, tapi seolah lamaran itu malah ga jadi penghalang. Kalo masih nunggu lulus dulu, oke-oke aja, tapi ini lulus aja belom, tapi dah harus menjawab lamaran.
Untuk inti ceritanya sebenernya fine-fine aja, cuma bersiaplah dengan kebosanan alurnya yang akan bikin ngantuk dan berasa lama.
Jenis film festival yang sangat lambat, scene per scene yang bikin mata ngantuk. Jenis film kek gini kurang cocok buatku sih, tapi ada juga orang yang demen ama alur lambat gini. So, kembali ke selera.
Filmnya untuk dewasa, karena ada scene Yuni keliatan pantat, terus kiss, juga sex scene yang lumayan vulgar (sayangnya singkat) serta pembahasan masturbasi.